Search This Blog

Sunday, May 22, 2011

PERENCANAAN FASILITAS DAN LUAS LANTAI GUDANG, SERTA PEMINDAHAN BAHAN

Gudang adalah bangunan komersial untuk penyimpanan barang. Gudang yang digunakan oleh produsen, importir, eksportir, grosir, usaha transportasi, bea cukai, dll Mereka adalah bangunan polos biasanya besar di daerah industri kota-kota. Mereka biasanya memiliki loading dermaga untuk memuat dan membongkar barang dari truk. Kadang-kadang gudang bongkar dan muat barang langsung dari kereta api, bandara, atau pelabuhan. Mereka sering memiliki crane dan forklift untuk memindahkan barang, yang biasanya ditempatkan pada palet standar ISO dimuat ke dalam rak pallet.
 Pengertian Umum
Dalam penyusunan perencanaan letak fasilitas produksi, perencanaan gudang pabrik seharusnya dipersiapkan dengan baik. Karena gudang perusahaan akan tersebar, baik di dalam pabrik yang didirikan maupun yang berada yang di luar pabrik. Sehubungan dengan perencanaan gudang pabrik ini, maka manajemen perusahaan yang bersangkutan sebaiknya dapat mengumpulkan berbagai macam informasi yang akan berhubungan dengan perencanaan gudang tersebut. Adapun beberapa informasi ini antara lain adalah jumlah unit bahan baku yang akan dibeli, periode pembelian bahan, waktu tunggu, tingkat produksi yang akan digunakan, kebijaksanaan persediaan yang akan dipergunakan baik untuk persediaan bahan baku, barang setengah jadi maupun barang jadi, peralatan produksi yang perlu disimpan di dalam gudang pabrik, dan lain sebagainya.
Secara umum, perencanaan gudang pabrik di dalam suatu perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
a.       Gudang bahan baku
Gudang bahan baku atau gudang bahan mentah adalah tempat penyimpanan bahan baku atau bahan metah yang akan dipergunakan untuk proses produksi dalam pabrik oleh perusahaan yang bersangkutan. Banyaknya jumlah gudang bahan baku dalam masing-masing pabrik akan dipengaruhi oleh dua hal, yang pertama adalah banyak atau sedikitnya jenis bahan baku yang dipergunakan oleh perusahaan untuk keperluan proses produksinya, yang kedua adalah apakah masing-masing bahan baku dapat disimpan secara bersama-sama didlam gudang atau tidak. Banyak sedikitnya jumlah bahan baku yang akan disimpan di dalam gudang perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tingkat penggunaan bahan baku untuk proses produksi, jumlah persediaan besi (safety stock) yang dipergunakan perusahaan, besarnya jumlah pembelian yang paling ekonomis, dana yang disediakan oleh perusahaan untuk investasi di dalam bahan baku, serta kebijaksanaanpersediaan bahan yang dipergunakan di dalam perusahaan.
b.      Gudang barang setengah jadi
Pada umumnya di dalam pelaksanaan proses produksi selalu terdapat bahan-bahan yang sudah mulai masuk kedalam proses produksi dalam perusahaan, namun belum dapat diselesaikan menjadi barang jadi. Barang setengah jadi ini tidak dapat dikategorikan sebagai bahan baku, atau barang jadi, sehingga diperlukan cara dan tempat penyimpanan secara tersendiri di luar bahan baku dan barang jadi. Dalam perusahaan yang menggunakan proses produksi terus-menerus, dimana mesin dan peralatan produksi yang digunakan oleh perusahaan adalah bersifat khusus, persoalan barang setengah jadi ini kadang-kadang tidak sempat terlihat di dalam pabrik. Hal ini disebabkan karena barang setengah jadi ini akan tertempel atau terikat pada mesin dan peralatan produksi yang digunakan perusahaan. Namun berbeda bila perusahaan menggunakan proses produksi terputus-putus, di mana mesin dan peralatan produksi yang digunakan bersifat umum. Barang setengah jadi tidak selalu terikat atau tertempel dalam mesin dan peralatan produksi yang digunakan perusahaan. Maka untuk kemudahan dalam pengawasan, proses produksi dilaksanakan sampai tingkat penyelesaian tertentu, baru diselesaikan menjadi produk akhir di kemudian hari.
c.       Gudang barang jadi
Gudang barang jadi merupakan gudang yang disiapkan oleh perusahaan untuk menyimpan barang jadi atau produk akhir dari perusahaan. Umumnya semua perusahaan sudah mempersiapkan gudang barang jadi ini. Namun yang perlu mendapatkan perhatian adalah penentuan seberapa besar atau luas gudang yang akan  digunakan untuk menyimpan barang jadi, serta syarat apa saja yang diperlukan bagi penyiapan gudang tersebut.
2.      Metode Penyimpanan
Gudang pabrik tidak selalu tertutup, dapat dimungkinkan terdapat gudang pabrik yang terbuka. Gudang terbuka ini dapat digunakan untuk menyimpan bahan atau barang yang diperkirakan tidak mudah rusak oleh perubahan cuaca atau mungkin sebagai tempat penyimpanan yang jangka waktunya sangan pendek.
Adapun metode penyimpanan yang dibicarakan di sini adalah metode penyimpanan yang berada dalam ruangan tertutup atau di dalam sebuah bangunan gedung. Beberapa metode yang dapat digunakan, antara lain:
a.       Kotak
Penyimpanan dengan menggunakan kotak pada umumnya dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan yang mempunyai bahan-bahan atau barang-barang yang perlu disimpan dalam bentuk dan ukuran yang relatif kecil. Bentuk dari bahan atau barang dapat beraneka ragam. Untuk masing-masing bahan atau barang tersebut dapat disediakan kotak-kotak tersendiri. Sebagai contoh dari bahan-bahan atau barang antara lain bahan dan peralatan elektronik (transistor, kapasitor, dan lain sebagainya), suku cadang kendaraan bermotor (busi, ring, mur, baut, dan lain sebagainya), dan lain sebagainya.
b.      Papan rak
Apabila bahan-bahan atau barang yang disimpan di dalam gudang tersebut merupakan bahan atau barang degan ukuran yang agak besar maka penggunaan kotak untuk penyimpanan menjadi tidak cocok lagi. Untuk melakukan penyimpanan tersebut maka diperlukan rak yang lebih besar kemudian disusus atas papan rak yang disediakan. Papan rak ini dapat dibuat dari kayu maupun besi. Jika menggunakan kerangka besi akan terdapat kemudahan untuk mengatur tinggi dan rendahnya masing-masing rak tersebut karena sudah disediakan beberapa alternatif ketinggian papan. Hal ini akan sangat menguntungkan karena tinggi rendahnya papan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.  
c.       Rak
Pada umumnya rak ini akan berguna untuk menyimpan bahan atau barang yang mempunyai ukuran yang kecil tetapi panjang. Sebagai contoh misalnya untuk menyimpan pipa , besi plat dan lain sebagainya. Penyimpanan menggunakan rak ini agak berbeda dengan papan rak karena bahan atau barang yang akan disimpan cukup diatur di atasnya tanpa mempergunakan alat lain, sedangkan di papan rak diperlukan kotak-kotak untuk penyimpanan bahan tersebut.
Agar penyimpanan dengan mempergunakan rak ini dapat dilaksanakan dengan baik, bahan atau barang yang disimpan hendaknya dikelompokkan dengan ukuran panjang dan besar yang sama. Panjang dari rak yang akan dipergunakan untuk penyimpanan ini akan disesuaikan dengan panjang masing-masing kelompok bahan atau barang tersebut.
d.      Susunan atas Rak
Bahan atau barang seperti kertas, buku, barang-barang yang dibungkus dengan kotak pembungkus dapat disimapan dengan susunan atas rak. Besarnya daya tahan bahan atau barang tersebut terhadap berat beban di atasnya dapat disesuaikan dengan tingginya susunan masing-masing bahan tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka pada setiap ketinggian tertentu dipasang papan rak yang akan dipergunakan sebagai dasar untuk masing-masing susunan ini.
3.      Pertimbangan dalam Perencanaan Gudang Pabrik
Dalam penyusunan perencanaan gudang pabrik, perlu dipertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
a.       Penyimpanan Terpusat atau Terpisah
Dalam kebijaksanaan penyimpanan barang-barang atau bahan-bahan dalam perusahaan dikenal dua macam cara, yaitu terpusat dan terpisah. Masing-masing cara mempunyai kelebihan sendiri-sendiri sehingga perusahaan akan dapat memilih cara yang mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan yang bersangkutan. Beberapa kelebihan dari penyimpanan terpusat antara lain :
1.      Kemudahan menyusun perencanaan produksi.
2.      Kemudahan mengendalikan persediaan yang ada.
3.      Kemudahan mengendalikan kualitas bahan.
Sedangkan kelebihan penyimpanan terpisah antara lain:
1.      Kemudahan penegcekan terhadap barang yang disimpan.
2.      Kemudahan pengaturan penyimpanan.
3.      Efisiensi penggunaan gudang dengan baik.
b.      Ventilasi dan Pertukaran Udara
Dalam perencanaan gudang pabrik, manajemen perusahaan tersebut seharusnya mempersiapkan gudang pabrik dengan ventilasi dan pertukaran udara yang cukup. Hal ini akan sangat berpengaruh pada bahan-bahan maupun barang-barang yang ada dalam gudang pabrik, serta terhadap karyawan perusahaan yang bekerja dalam gudang tersebut. Dalam pengaturan bahan atau barang yang disimpan, diusahakan agar karyawan dapat berjalan dengan mudah serta pemindahan bahan atau barang dapat dilaksanakan dengan mudah, sehingga dapat meningkatkan produktivitas.
Material handling merepsentasikan penanganan material dengan memakai peralatan dan metode yang benar. Jenis materialnya tentu berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain atau dengan kata lain tidak persis sama dengan sebagaimana prinsip logika berlaku tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang sama, dia hanya dan hanya sama dengan dirinya sendiri. Meskipun demikian, lima belas prinsip material handling disini mampu meraup efektifitas dan efisiensi material handling pada banyak perusahaan sebagai prinsip yang menjadi dasar pengelolaan. Prinsip pertama, sistem material handling mesti memenuhi tujuan dan keinginan mendatang. Prinsip kedua, integritas yang tinggi. Ketiga, mempertimbangkan kemampuan dan batasan manusia. Keempat, biaya per unit yang murah. Kelima, faktor energi diikutsertakan dalam justifikasi ekonomi. Keenam, penggunaan ruangan yang tepat. Ketujuh, memanfaatkan gaya berat. Kedelapan, komputerisasi. Kesembilan, arus data terintegrasi dengan arus fisik material. Kesepuluh, urutan operasi dan tata letak yang tepat. Kesebelas, standarisasi. Kedua beas, mekanisasi. Ketiga belas, tidak berdampak negatif kepada lingkungan. Keempat belas, simpel dan terkombinasi. Yang terakhir dari prinsip material handling tidak lain metode dan peralatan yang dipilih dapat digunakan untuk bermacam-macam tugas dalam berbagai kondisi operasi. Pendek kata, semua prinsip kembali pada dua kata wasiat yang akrab terdengar di telinga, "Efektif dan efisien".
Ongkos Material Handling
Di dalam merancang tata letak pabrik, maka aktivitas pemindahan bahan merupakan salah satu factor yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Aktivitas pemindahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam suatu operasi. Selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah tipe layout yang akan digunakan.
Beberapa aktivitas pemindahan bahan yang perlu diperhitungkan adalah sebagai berikut:
·         Pemindahan bahan dari gudang bahan baku menuju departemen fabrikasi maupun departemen assembling.
·         Pemindahan bahan yang terjadi di proses satu jenis mesin menuju satu jenis mesin yang lainnya.
·         Pemindahan bahan dari departemen assembling menuju gudang barang jadi.
Setelah diketahui aktivitas-aktivitas pemindahan yang terjadi, maka selanjutnya dapat dihitung ongkos material handling yang terjadi akibat aktivitas-aktivitas yang ada tersebut. Beberapa factor yang mempengaruhi perhitungan ongkos material handling adalah sebagai berikut:
Alat yang digunakan
Dalam menentukan alat angkut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
·         Berat material disesuaikan dengan daya angkut maksimal alat tersebut
·         Bentuk dan jenis material serta ukuran luasnya disesuaikan dengan daya tampung alat angkut
·         Sifat material, dimana harus diperhatikan kemungkinan menggunakan alat angkut khusus
Setelah ditentukan alat angkut yang akan digunakan, maka selanjutnya dapat ditentukan ongkos alat angkut berdasarkan jarak tempuh (meter gerakan)
Jarak pengangkutan
Perhitungan OMH ini merupakan perhitungan tahap pertama, karena akan dilakukan perhitungan OMH yang merupakan revisi dari perhitungan tahap pertama. Pada perhitungan tahap pertama ini, jarak antara kelompok mesin atau departemen yang mengalami aktivitas pengangkutan diasumsikan berdampingan. Selain itu untuk mengoptimalkan jarak antar aktivitas tersebut, maka kelompok mesin departemen untuk sementara diasumsikan berbentuk bujursangkar.
Cara pengangkutan
Berdasarkan hasil perhitungan terdahulu (OPC, Routing Sheet, dan MPPC), maka dapat ditentukan cara pengangkutan yang akan dilakukan. Pada dasarnya setelah ditentukan alat angkut serta jarak untuk setiap pengangkutan, maka OMH dapat diketahui, dimana:
Total OMH = (ongkos alat angkut/meter gerakan) x (jarak tempuh pengangkutan)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan cara pengangkutan adalah sebagai berikut:
·         Telusuri OPC sejak proses yang paling awal, kemudian dapat ditentukan urutan proses pengangkutan dari …… ke ……
·         Isi kolom dari, maka sebelum mengisi yang berikutnya terlebih dahulu diisi kolom ke yang merupakan kelompok tujuan, sesuai aliran yang terjadi.
·         Dalam mengisi kolom ke yang merupakan daerah tujuan pengangkutan sebelum mencantumkan aktivitas lainnya, maka aktivitas pertama harus sudah selesai mencantumkan semua material yang akan diterima dari sumber (kolom dari) yang diuraikan dalam kolom (3) untuk nama komponen serta kolom (4) untuk bentuk materialnya. Dari hal-hal tersebut di atas, maka dapat digambarkan mengenai cara pengangkutan tersebut, yaitu: setiap pengangkutan dilakukan dari sumber yang sama mengangkut beberapa bahan menuju tujuan yang sama, kemudian dari sumber yang sama menuju tujuan lainnya. Demikian selanjutnya untuk sumber-sumber pengangkutan berikutnya.
Ongkos Material Handling (OMH) mempunyai tujuan, diantaranya:
1.    Untuk menghitung besar ongkos material handling yang digunakan dalam melakukan perpindahan bahan.
2.      Dapat menentukan efisiensi penggunaan ongkos optimal dari kegiatan proses produksi
3.      Input untuk pembuatan From To Chart (FTC)
Di dalam merancang Tata Letak Pabrik, maka aktivitas pemindahan bahan (material handling) merupakan salah satu faktor yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Aktivitas pemindahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan aliran bahan yang terjadi dalam suatu operasi. Selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah tipe lay out yang akan digunakan.
Sedangkan pengertiannya adalah ongkos yang dikeluarkan untuk melakukan pemindahan material dari satu departemen menuju departemen yang lain untuk dilakukannya proses produksi selanjutnya.
Prinsip Material Handling
·         Right Material: Material yang disediakan sesuai dengan yang dipesan oleh bagian produksi, akan lebih akurat jika menggunakan peralatan otomatis.
·         Right Mount : Jumlah yang disediakan oleh bagian material handling sesuai jumlah kebutuhan.
·         Right Condition : Sesuai dengan keinginan konsumen (misal tidak rusak, kondisi barang dipak atau tidak dipak, diurut penyusunannya, dlan lain-lain).
·         Right Place : Menempatkan material langsung dilokasi akhir siap untuk digunakan, tidak di tengah-tengah perjalanan (misal di gang).
·         Right Sequence : Urutan penanganan material yang efisien misalnya dengan penyederhanaan kerja, efisiensi manufakturing.
·         Right Cost : Mendesain bentuk yang efisien sehingga biaya menjadi efisien ‘Not the lowest cost’.
·         Right time : On time delivery, jika proses material handling di dalam pabrik dilakukan dengan peralatan otomatis syarat ini akan lebih mudah dicapai.
Prinsip Desain Material Handling
·         Planning principle, perencanaan dibuat dengan menjawab pertanyaan what (materialnya), where dan when (pergerakanya), how dan who (metodanya).
·         Standardization principle, adanya standard metoda kerja dan alat yang digunakan.
·         Work principle, yaitu meminimalkan kerja. Ukuran kerja (work) adalah aliran material (volume, jarak, jumlah) dikali jarak perpindahan.
·         Ergonomic principle, Pekerjaan dan kondisi kerja sesuai dengan operator.
·         Unit Load principle, unit load adalah satuan atau kemasan pemindahan barang untuk sekali pemindahan misalnya pallet, tote pans, kontainer, dan lain-lain.
·         Space Utilisation, pemanfaatan ruang semaksimal mungkin.
·         System principle, yaitu interaksi antara entity yang membentuk pekerjaan secara keseluruhan.
·         Automation principle, yaitu penggunaan sistem otomatisasi yang dikontrol melalui komputer.
·         Environmental principle, memperhatikan kondisi lingkungan dan tidak merusak lingkungan.
Life cycle cost principle, yaitu berfikir bagaimana cash flow akan terjadi terhadap suatu sistem material handling yang akan diterapkan mulai dari investasi peralatan maupun lokasi yang dipakai sampai dilakukan penggantian dengan metode yang baru

PERENCANAAN LUAS LANTAI MESIN TEORITIS DAN LUAS RUANGAN SUPERVISOR

Tata letak pabrik pada dasarnya merupakan penempatan dan pengaturan dari bermacam-macam fasilitas produksi yang ada. Pengaturan ruangan berkaitan erat dengan luas area yang dibutuhkan untuk mesin/peralatan produksi, penempatan material, keleluasaan operator untuk bergerak dan lain-lain aktivitas. Kebutuhan untuk luas area ini harus dipertimbangkan untuk seluruh aktivitas yang ada dalam pabrik dan paling tidak ada tiga macam area yang harus diberikan, yaitu:
Ø  Area yang diperlukan untuk operasi dari mesin dan atau peralatan produksi yang ada.
Ø  Area yang diperlukan untuk penyimpanan bahan baku atau benda jadi yang telah selesai dikerjakan.
Ø  Area yang diperlukan untuk fasilitas-fasilitas service.
Dalam merencanakan kebutuhan material yang harus diperhatikan adalah (Apple, 1990):
1. kebutuhan lantai,
yang harus diperhatikan adalah kelonggaran terhadap fasilitasnya, orang yang bekerja dan bahannya. Penentuan kebutuhan luas lantai meliputi:
Ø  Luas mesin/fasilitas
Ø  Kelonggaran yang meliputi:
·         Mesin dan fasilitas
·         Manusia atau tenaga kerja
·         Bahan
Ada bahan yang berukuran besar yang memerlukan kelonggaran. Oleh karena itu dalam memenuhi kebutuhan, lantai harus dapat direncanakan dan disesuaian dengan material yang akan digunakan. Dalam perencanaan ruang yang diperlukan untuk beroperasi mesin dan peralatan produksi lainnya diperlukan kelonggaran untuk ruangan antara mesin dan operator, dan juga kelonggaran untuk mempermudah proses pemindahan barang serta perawatan. Area untuk penyimpanan perkakas dan juga untuk ruangan mandor atau supervisor berada harus diberikan, karena kedua aktivitas itu berkaitan erat dan mempunyai lokasi yang sama dengan peralatan produksi. Area untuk penyimpanan material harus berdasarkan pada dimensi fisik dari material atau produk yang akan disimpan dan fasilitas pemindahan barang yang akan dioperasikan. Jika produk/material dapat diatur dengan cara menumpuk (stack), maka tinggi rak harus diketahui, karena mempengaruhi luasan yang dibutuhkan. Area yang dibutuhkan untuk service fasilities (contoh: elektricity, sewage, heating, airconditioning, steam dan lain-lain) harus mampu diperkirakan dengan sebaik-baiknya.
Perhitungan luas lantai merupakan hal yang mutlak dalam rencana mendirikan pabrik. Hal ini bermanfaat untuk memperkirakan daerah mana yang sesuai dan untuk memperkirakan luas seluruh pabrik dan luas bagian-bagiannya, seperti :
1.    Fabrikasi
Fabrikasi adalah bagian pabrik yang menangani kegiatan operasi produksi, yang menyangkut bahan, mesin, dan pekerja. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung luas lantai bagian fabrikasi atau operasi adalah :
·         Nama mesin yang digunakan
·         Ukuran mesin
·         Luas mesin
·         Jumlah mesin yangdibutuhkan
·         Total luas mesin
·         Allowance atau kelonggaran
·         Total luas, hasil penambahan total luas mesin dan kelonggaran
2.    Perakitan
     Perakitan adalah bagian operasi pabrik yang menangani perakitan komponen-komponen  produk yang dihasilkan oleh bagian fabrikasi. Hal-hal yan gperlu diperhatikan dalam perakitan sama dengan fabrikasi.
3.    Pengepakan
     Pengepakan adalah bagian operasi pabrik yang menangani pengepakan barang setelah dirakit oleh bagian perakitan.Hal-hal yan gperlu diperhatikan dalm pengepakan sama dengan fabrikasi dan perakitan.
4.    Storage
     Storage adalah tempat penyimpanan bahan baku yang sering disebut gudang bahan baku. Hal-hal yang perlu diperhatikan .
·         Nama komponen yang disimpan
·         Jumlah komponen
·         Karakteristik bahan yang disimpan
·         Jumlah volume bahan pervolume komponen
·         Jumlah bahan perjam
·         Kebutuhan bahan
·         Volume bahan
·         Tinggi tumpukan
·         Luas bahan
·         Kelonggaran
·         Total luas yang diperlukan, merupakan jumlah luas bahan dan luas kelonggaran
5.    Receiving
     Receiving adalah tempat penerimaan bahan baku sebelum dibawa ke storage . Luas receiving adalah 20-40 % dari luas storage
6.    Warehousing
     Warehousing dalah tempat penyimpanan produk jadi yang dihasilkan oleh bagian fabrikasi perakitan , dan pengepakan .Hal-hal yang perlu diperhatikan :
·         Komponen pengepak
·         Jumlah produksi perjam
·         Tinggi tumpukan
·         Tinggi komponen pengepak
·         Banyaknya tumpukan
·         Luas alas komponen pengepak
·         Jumlah produk jadi yang harus dikeluarkan
·         Luas produk jadi yang masuk
·         Kelonggaran
·         Total luas
7.    Shipping adalah tempat pengiriman produk jadi dari produk jadi dari warehousing sebelum dibawa ke konsumen. Luasnya kira-kira 20-40 % dari warehousing.
Luas lantai produksi digunakan untuk mengetahui luas lahan yang akan digunakan dalam Perencanaan Tata Letak Fasilitas Pabrik dan perusahaan yang akan didirikan.
       Perhitungan luas lantai ini didasarkan pada :
      Bahan baku yang akan disiapkan.
      Mesin atau peralatan yang digunakan.
      Barang jadi yang dihasilkan.
      Fasilitas penunjang
      Hal yang harus diperhitungkan dalam penentuan luas lantai :
      Alat angkut
      Cara pengangkutan
      Cara penyimpanan bahan baku (ditumpuk dirak)
      Aliran bahan
      Allowance
Desain Fasilitas
      Dalam mendesain letak fasilitas, yang perlu diperhatikan juga adalah penempatan fasilitas pendukung operasi seperti gang, tangga, perkantoran, cafeteria, ruang alat-alat, gudang bahan, kamar mandi, dan rak administrasi.
      Fasilitas produksi hendaknya diatur hingga menjadi fasilitas yang fleksibel dan dapat menyesuaikan diri dengan pertimbangan terjadinya perubahan bentuk operasi yang mungkin akan terjadi
Pertimbangan Desain Fasilitas
      Biaya Lahan dan Bangunan
      Sistem Komunikasi Dalam Pabrik
      Keamanan
      Kebutuhan-kebutuhan  Ruangan
      Peralatan  Penanganan Bahan
Luas Lantai Gudang Bahan Baku
Luas Lantai Gudang Bahan Baku (Receiving) adalah luas lantai yang digunakan untuk menyimpan bahan baku atau material yang digunakan dalam produksi. Luas lantai gudang bahan baku (Receiving) ini terdiri dari model tumpukan dan rak.
            Hal-hal yang harus diperhitungkan adalah :
      Tinggi memuat berapa tumpuk
      Lebar memuat berapa baris
      Panjang memuat berapa baris
      Cara penyimpanan di dalam rak
Penentuan Luas Lantai Perkakas
      Lemari atau rak perkakas adalah tempat penyimpanan perkakas, perkakas Bantu, cetakan dan sebagainya.
Model Tumpukan
Untuk menentukan luas lantai pada model tumpukkan, maka data yang diperlukan adalah sebagai berikut :
      Nama komponen
      Jumlah komponen per assembling
      Type material
      Ukuran per potong
      Produksi per jam
      Efesiensi bahan
Langkah-langkah perhitungan luas lantai model rak
      Tentukan unit per jam, yaitu kebutuhan kemasan (material) dalam satu jam produksi
      Tentukan unit per satu periode, yaitu jumlah kemasan (material) dalam satu periode produksi
      Tentukan volume per material
      Tentukan volume kebutuhan
      Tentukan luas lantai, yaitu lahan yang diperlukan berdasarkan kebutuhan hasil perhitungan, setelah disimpan dalam rak serta cara penyimpanan didalam rak.
      Tentukan allowance
      Tentukan total luas lantai
Luas lantai Mesin
      Luas lantai mesin (fabrikasi & assembling) juga perlu diperhitungkan dalam perencanaan tata letak  pabrik dan pemindahan bahan.
      Data yang diperlukan dalam perhitungan luas lantai ini antara lain adalah sebagai berikut:
   Nama mesin/peralatan
   Jumlah mesin/peralatan
   Ukuran mesin/peralatan dari MPPC + Allowance
Kelonggaran Mesin
Kelonggaran mesin diberikan untuk hal-hal berikut :
      Pergerakan mesin pada saat beroperasi.
      Tools dan equipment
      Operator maintenance
      Peralatan maintenance
      Kelonggaran dinyatakan dalam bentuk nilai persentase terhadap ukuran mesin.
Kelonggaran Operator
Kelonggaran operator diberikan untuk hal-hal sebagai berikut :
      Supervisor yang mengawasi
      Pergerakan operator
      Service pabrik
Kelonggaran Material Handling
      Kelonggaran Material diberikan untuk hal-hal sebagai berikut :
      Daerah penerimaan material
      Daerah pengiriman material
      Scrap
Luas Lantai Mesin Departemen Fabrikasi
      Karena pada pembuatan produk dilakukan pembuatan Lay Out pabrik dengan tipe lay Out by Product maka departemen akan diposisikan sesuai dengan komponen pembentuknya, yaitu ; suatu produk dalam melakukan perhitungan luas lantai departemen fabrikasi ini maka diperlukan data mentah berupa luas masing-masing jenis mesin dan jumlah mesin yang digunakan.
      Untuk mesin yang digunakan dalam proses fabrikasi haruslah dikelompokan ke dalam departemen fabrikasi dan pada departemen fabrikasi ini juga dikelompokan mesin-mesin yang sejenis, karena tipe lay-out yang digunakan adalah by process.
Luas Lantai Mesin Departemen Assembling
      Departemen assembling pada pembuatan produk ini berisikan semua mesin yang digunakan dalam kegiatan assembling (perakitan). Begitu pula pada departemen ini, semua mesin yang sejenis dikelompokan ke dalam satu area tertentu.
Luas Lantai Shipping (Gudang Bahan Jadi)
      Tentukan ukuran kemasan, yaitu ukuran atau dimensi dari kemasan untuk tempat produk jadi perusahaan.
      Ukuran kemasan ditentukan oleh :
                        Ukuran produk jadi
                        Jumlah produk jadi dalam satu kemasan
                        Tentukan allowance untuk bahan pelindung (misal busa)
      Tentukan produksi jadi per satu periode, yaitu produk yang dihasilkan untuk periode tertentu, berdasarkan produksi per jam dari perusahaan.
      Penentuan periode berdasarkan pada :
                        Periode pengiriman produk jadi kepasaran
                        Kapasitas maksimum lahan (jika terbatas)
                        Karakteristik produk jadi tersebut
      Tentukan volume kemasan total, yaitu volume kebutuhan untuk produk jadi per periode tertentu.
      Tentukan luas lantai, yaitu lahan yang dibutuhkan berdasarkan volume kemasan.
      Tentukan allowance
      Tentukan total luas lantai
Luas Lantai Perkantoran
Yang harus diperhatikan dalam menyusun perkantoran adalah :
      Departemen yang berhubungan ditempatkan berdekatan satu sama lain.
      Lebar lororng minimal 0.9 meter.
      Jenis-jenis pekerjaan yang dilakukan merupakan dasar departementasi.
      Tiap pekerja membutuhkan kira-kira 4,5 sampai dengan 25 m 2.
      Cahaya yang datang dari kiri dan atau belakang lebih baik.
Bila pekerja harus duduk saling membelakangi maka harus dipisahkan minimal melebar 1 meter diantara kursi.